6 POIN MENJADI PEMIMPIN


Jika Anda adalah seorang pemimpin gereja atau komsel, mungkin Anda kerap bertanya-tanya kenapa Anda sulit sekali mengembalakan atau memuridkan orang-orang di bawah Anda. Atau dalam kondisi yang kurang baik, Anda mungkin bertanya kenapa orang-orang yang Anda pimpin tidak juga menunjukkan pertumbuhan.

Ada 6 kehidupan rohani yang harus tercermin melalui kehidupan pemimpin komsel.

1. Membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari

Kehidupan seorang pemimpin komsel yang sehat dimulai dan diakhiri bersama Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa memberikan keberhasilan dalam kepemimpinan.

Perlu Anda ketahui bahwa seorang pemimpin komsel yang mengandalkan kuasa dan kasih Tuhan akan sangat mudah diterima oleh orang lain. Karena mereka melihat bahwa tindakan itu berasal dari kasih Tuhan sendiri. 

Jangan pernah meninggalkan waktu renungan Anda bersama Tuhan, tanpa membangun koneksi dengan-Nya dan tanpa merasakan hadirat-Nya. 

“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.” (Mazmur 84: 10)

 

2. Memiliki kehidupan yang seimbang

Bukan fiksi tetapi realita. Ada banyak pemimpin gereja atau komsel yang tampaknya sukses di dalam pelayanannya namun di kehidupan pribadi hubungannya dengan orang terdekat sedang bermasalah. 

Ada pemimpin kecil yang memilih melayanan siang dan malam dan lupa jika dia punya keluarga yang harus diurus. Tentu saja ini tindakan yang keliru. Karena keluarga adalah pelayanan pertama yang harus dibangun sebelum keluar untuk melayani orang lain.

Jadi, seorang pemimpin komsel sudah seharusnya menghidupi pelayanan yang seimbang antara keluarga dan pelayanannya.

 

3. Memiliki visi yang besar

Seorang pemimpin komsel harus memiliki visi atas orang-orang yang dia pimpin. 

Mari merenungkan kisah dua pemimpin gereja besar ini: George Whitefield dan John Wesley. Mereka sama-sama mendedikasikan hidup mereka untuk membangun komsel di Universitas Oxford. Keduanya menyaksikan ribuan orang bertobat melalui pelayanan mereka.

Tetapi John Wesley kemudian meninggalkan gereja dengan 100.000 anggot. Sementara George Whitefield hanya menghasilkan sedikit buah nyata dari pelayanannya. Kenapa? Karena Wesley memilih untuk keluar dari mimbar khotbah dan mulai meregenerasikan pemimpin komsel yang dipimpinnya. Sementara Whitefield terlalu sibuk berkhotbah dan mengerjakan pelayanan.

Jadi, seorang pemimpin komsel harus memiliki visi besar terhadap apa orang yang dipimpinnya. Salah satunya adalah melakukan pelipatgandaan pemimpin di masa depan. Seperti contoh yang dilakukan oleh Musa yang melatih Yosua, Elia melatih Elisa. Begitu juga dengan Yesus yang mempersiapkan 12 murid-Nya.

 

4. Selalu menjangkau orang-orang baru

Cara untuk melipatkangdakan komsel adalah dengan terus memiliki semangat penginjilan. Seorang pemimpin komsel tidak bisa berhenti atau puas ketika sudah memiliki puluhan anggota. Sebaliknya, saat Tuhan memberikan kesempatan kapanpun dan dimanapun, dia harus terus memiliki rasa haus untuk menjangkau jiwa yang baru.

 

5. Memberikan perhatian dan kepedulian besar terhadap anggota komsel

Jika Anda ini menyaksikan orang-orang yang Anda pimpin bertumbuh di dalam Tuhan, Anda harus mulai menanamkan fondasi yang kuat atas diri mereka. Salah satunya adalah mereka bisa melihat kasih Anda yang tanpa pamrih. 

Misalnya, ketika salah satu anggota beberapa kali tidak mengikuti pertemuan, sebagai pemimpin komsel Anda seharusnya menjadi orang pertama yang mencari dan menanyakan kabarnya. Bila perlu, Anda mendatangi dan mencari tahu kondisinya.

Ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian seorang pemimpin kepada anggotanya. Seorang pemimpin komsel yang sukses pasti melakukannya tanpa pamrih dan kenal lelah. Dia menyadari bahwa domba-dombanya perlu dicari dan dibawa kembali, perlu dirawat dan didampingi hingga dia menjadi dewasa rohani dan siap untuk diutus.

Percayalah bahwa semua orang akan terenyuh hatinya ketika ada seseorang yang memberikan waktu, hati dan pikirannya untuk dia kapanpun diperlukan.

 

6. Bergaul dengan orang-orang di luar gereja

Banyak orang Kristen yang berpikir bahwa komsel adalah perkumpulan orang-orang Kristen saja. Tetapi sebenarnya, komsel bisa menjadi alat untuk menjangkau orang-orang di luar gereja. 

Seorang pemimpin komsel harus menargetkan orang-orang di luar gereja untuk dimuridkan di dalam Kristus. Seorang pemimpin harus memiliki semangat penginjilan yang tinggi.

Dan yang terpenting untuk dihidupi oleh seorang pemimpin komsel adalah mengandalkan Tuhan, tekun mendoakan anggotanya dan menjadi teladan kasih yang nyata.

Posting Komentar

0 Komentar